Senin, 02 Mei 2016

Aku Sudah Kuliah

Haii haha lagi pengen nulis, aku lupa password blog ini tapi untungnya kok belum ke log out. tanpa sempat bercerita bagaimana kehidupan SMA ku, aku sudah kuliah sekarang, di sebuah universitas negeri di suatu tempat yang jauh dari rumah, mempelajari hal yang aku senangi, manusia. Yap, aku seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi hihihi sebenarnya ga pernah terfikirkan bakal jadi calon tenaga kesehatan. Well aku sudah nyaman sih, sudah dapet feelnya sama apa yang aku pelajari sekarang. Sekarang sebenernya yang aku pengen ceritain adalah kehidupanku yang baru, berada di tempat yang delapan jam jaraknya dari rumah, tiket travel 150rb, UKT per semester 3,9 : 4 dengan gaji ayah per bulan, yang hidup diantara orang-orang yang hidupnya penuh glamor, gengsi, dan hedonisme.

Merasa bersalah aku sekolah? Ya, aku menghabiskan gaji ayahku untuk bisa sekolah, (read : kuliah). Yang bisa aku lakukan hanyalah membanggakan keluargaku dan mengirit pengeluaran tentunya. Di dalam kampus semua makanan mahal apalagi di kantin FK dan FKG. Ke kampus jalan kaki, sampai aku memutuskan beli sepeda lipat bekas. Awal awal kuliah aku selalu bawa toples kecil berisi nasi dan kering tempe serta cetol (ikan kecil-kecil digoreng) sampai h-3 pulkam kering tempenya masih. Sampai suatu hari nemu bumbu rendang 1500-an aku masak pura-puranya rendang tapi dagingnya pakai tempe. Kelewat enak dah wkwk. Itu September sampai Oktober aku pindah kos ke tempat yang lebih murah (dengan segala kemudahan dari Allah dapet diskon besar) sayang ga ada jendela ke luar jadi kalau tidur bengep bengep tuh pas bangun. Tiap pagi di kos yang baru lewatlah penjual gorengan. Jadi lah aku tiap pagi sarapan pakai nasi dan gorengan. Suatu saat kakiku nggak beres, cklak cklek kalau jalan, sakit kalau sujud, gaenak lah pokoknya, hipotesisku sih dua, kalau nggak salah cara ngayuh sepeda ya asam urat. Tapi yaa aku 17 thn heloo >.< masak iya asam urat. Pas pulkam aku periksa (biar bisa pakai askes) dan beneran ._. mungkin asam urat, "Jauhi gorengan ya dek, jeroan juga jangan, kacang juga", dokternya bilang gitu. Oke fix gapapa alhamdulillah nemu nih warung yang buka dari jam enam dan nyediakan macam-macam makanan murah ada sayur juga.

Tapi yang masih jadi kebiasaan adalah masih belum rela ngebuang sebutir nasipun. Masih kekeh ni pendirian bahwa sistem imun kita ni yang buat Tuhan, jadi ga mungkin kalah sama nasi hampir basi kan wkwkwk. Jangan ditiru rek yang ini, gimanapun juga kita punya tanggung jawab atas berjuta sel penyusun tubuh kita ini. Aku selalu selalu  berusaha kok, untuk tidak membiarkan makananku basi hehe. Hmm udah dulu ya aku mau garap laporan lagi.

Masih pengen tau kehidupan SMA ku kayak gimana? Nanti aja lihat endingnya dulu wkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar